Tuesday, November 03, 2009

Pengalaman Laser Retina mata

Rasanya sudah lama sekali blog ini terbengkalai. Rasanya bulan demi bulan, tahun demi tahun saya mulai melupakan bahwa saya hidup dengan floaters saya. Meskipun tetap mengkonsumsi vitamin mata setiap hari rasanya saya jadi terbiasa melihat dengan floaters sebagai bagian dari pengelihatan saya.

Tapi semuanya berubah saat sekitar bulan sekitar bulan Agustus 2009 ini saya mulai melihat kilatan cahaya. Kilatan cahaya yang saya lihat biasanya tampak pada siang hari saat saya berada di luar ruangan dan melihat pantulan sinar dari metal yang terterpa sinar matahari efek pantulan sinar yang terang menyala seperti blitz kamera itu tiba-tiba menimbulkan efek seperti flash di pandangan saya yang menetap sekitar 1-10 detik lalu perlahan hilang. Efek flash ini hanya terlihat bila saya melihat pantulan cahaya sangat terang atau lampu putih yang sangat terang. Dan flashnya berpindah-pindah tempat tidak menetap.

Pertama saya tidak menyadari tetapi makin lama lebih sering terjadi dan efek flashnya berbentuk seperti efek pantulan yang saya lihat. Makin lama saya makin curiga jangan-jangan ini akibat memburuknya kondisi retina saya.

segera saya buru-buru ke dokter spesialis retina dan di sana saya baru tahu kalau pemeriksaan retina ternyata sangat detail. Perlu di tetesi obat mata yang dapat memperbesar pupil mata dan harus memejamkan mata selama kurang lebih 15 menit. setelah itu pandangan saya jadi blur berkabut seperti foto yang menggunakan filter efek.

Pertama dokter memeriksa saya dengan sejenis senter tapi karena tidak bisa melihat dengan detail lalu saya diperiksa dengan prisma yang ditempelkan ke kornea. Rasanya dingin dan basah dan merasa tertekan tapi tidak sakit sama sekali.

Hasilnya? kata dokter bagian atas retina saya kiri dan kanan ada sedikit gejala penipisan retina. Efek flash yang saya lihat karena retina yang tipis tertarik-tarik saat saya melihat. OMG! hati saya langsung deg-degan ketakutan banget. lalu dokter menjelaskan bahwa tindakan pencegahan agar tidak terjadi pelebaran dan juga sobekan (bahkan ablatio-seremmmm) adalah melakukan laser retina. Fungsionalnya seperti menempelkan retina yang menipis lebih erat agar tidak sobek atau lepas.

Saya sebenarnya sudah membaca banyak literatur tentang ini tapi tak pernah mengalami langsung dan tak membayangkan bahwa deg-degannya bakal seperti ini. Dokter menyatakan bahwa tindakan laser fungsinya hanya pencegahan dan tidak menghilangkan gejala yang timbul. Tindakan ini juga tidak harus dilakukan saat itu juga karena fungsionalnya bukan urget tapi pencegahan. Namun bila akan dilakukan sekarang juga bisa karena pengerjaannya sangat cepat cuma 15 menit.

Pada akhirnya saya memutuskan melakukan laser saat itu juga walaupun saya tahu ada resikonya tapi menurut hemat saya bila tidak di laser lebih banyak resikonya. Pengerjaannya memang cepat sekali hanya 15 menitan laser berwarna hijau ditembakkkan beberapa kali ke mata kanan dan kiri. saya terus berdoa-doa selama proses laser dan herannya saya tidak merasakan sakit sama sekali. Dokter saja heran kok saya bahkan tidak merasa nyut-nyutan. Kata dokter ada beberapa pasian yang sampai jerit-jerit karena sakit. Puji Tuhan saya tidak merasa begitu.

Setelah laser mata saya masih blur sampai 4 jam baru pengelihatan kembali normal. Sehari setelahnya saya timbul rasa takut apakah ada efek samping laser ini dan merasa menyesal kenapa saya tidak pikir panjang legi sebelum memutuskan laser. Saya sibuk mencari ulang literatur yang memuat efek samping laser retina dan bila ada yang punya pengalaman buruk setelah laser retina dan bolak balik mengecek kondisi mata saya. Tapi tidak saya temukan literatur yang mendukung.

Syukurlah sampai saat ini kondisi masih baik dan tidak ada efek sampingnya. 1 bulan yang lalu saya kontrol pertama dan kata dokter kondisinya aman. Kontrol ke-2 saya akan dilakukan bulan desember. Minta doanya yah teman-teman semua semoga tidak terjadi penipisan yang lain karena penipisan bisa saja timbul di daerah retina lainnya.

Untuk sementara ini terapi saya hanya meneruskan minum vitamin mata. berusaha tiap hari makan sayuran hijau dan buah. Serta menghindari olahraga/aktivitas berat dan mengurangi mengangkat yang berat-berat. Yang terakhir ini agak susah juga mengingat saya punya ayah yang sakit di rumah yang seharian berbaring dan bila ingin duduk harus terus menerus dibangunkan. Alhasil tetap saja saya mengangkat yang berat-berat ^_^ tapi semoga Tuhan tahu niat baik saya dan tetap menguatkan retina saya.

sejauh ini saya masih suka melihat flash bila ada pantulan cahaya di siang hari dari metal dan lampu tapi tidak sesering waktu pertama melihat dan juga sudah merasa tidak terlalu khawatir lagi.

pengalaman ini saya bagi buat semua teman yang kebetulan mengalami hal yang sama. Bila melihat gejala seperti yang saya alami apalagi bila flash menetap (lebih berbahaya) segeralah memeriksakan diri ke dokter mata hingga bisa dicarikan solusinya sebelum terlambat.

Prinsip saya saat ini selama Tuhan masih mengaruniakan pengelihatan mari kita BERSYUKUR dan menggunakannya untuk hal yang baik dan berguna. jangan menyerah dan tetaplah berusaha!

14 Comments:

Anonymous Anonymous said...

sama persis dengan pengalaman yg saya pernah rasakan, dan saya juga pernah dilaser utk mata sebelah kiri.
saat ini floaters masih banyak, tapi karena sepertinya belum ada solusi utk kondisi tsb, jadi saya skg saya cuma berusaha utk adaptasi terus dengan floaters.

semoga kita tetap diberi kepercayaan Tuhan agar bisa memanfaatkan mata sesuai kehendakNya

7:45 PM  
Blogger zeiniza said...

benar pak kita ringankan hidup aja jangan terlalu dipikirin floatersnya jadi tidak terlalu mengganggu.

kabar terbaru ada laser YAG retina yang bisa menghilangkan floaters. Layanannya ada di Singapura juga tapi katanya tidak menjamin floaters hilang selamanya jadi bisa kambuh lagi.

kalau tertarik info lebih lanjut silahkan browsing di internet siapa tahu membantu

tapi basicnya adalah Kesembuhan di tangan Tuhan yang penting kita berdoa dan berusaha.

3:05 AM  
Anonymous Anonymous said...

Halo, pd kmana ni orgnya,. Trz bgmana kbr kalian, ttg floater pd mata.?

11:08 PM  
Anonymous Anonymous said...

Saya juga sama baru melihat sinar seperti flash rencananya saya besok juga akan ke dokter memeriksa semoga berjalan dengan lancar

6:37 AM  
Anonymous Anonymous said...

Pengalaman saya justru sedikit berbeda. Kebeltulan saya mempunyai minus tinggi pada kedua mata saya. Tidak ada keluhan pada mata saya, termasuk tidak ada keluhan floaters dan kilatan cahaya. Namun ketika saya hamil, saya jadi was-was karena banyak "gosip miring" seputar ibu hami dengan minus tinggi. Karenanya saya langsung ke dokter spesialis retina untuk memeriksakan mata saya. Yang sedikit membuat syok adalah dari hasil pemeriksaan, mata sebelah kanan saya terdapat gejala penipisan retina pada mata sebelah kanan sehingga harus dilakukan laser saat itu juga. Selama proses laser memang tidak sakit, hanya sedikit kurang nyaman. Setelah laser pun tidak ada kendala apa-apa. Namum yang membuat saya bingung, 1 minggu setelah laser kenapa mata saya justru ada kilatan cahanya-nya? Apa kah itu efek samping dari lser retina/

1:00 AM  
Blogger joe nadeak said...

Halo smua nya...apa kabar kalian smua..semoga semakin membaik ya..saya mengalami floaters juga,,Jonthan

7:16 PM  
Anonymous Anonymous said...

selamat malam dan salam kenal,perkenalkan saya jay,saya pake kacamata dan ada garis vertikal dan ada yang melaang-layang di mata kanan saya klo dikiri ada tp sediit setelah cek dokter katanya ga bisa di hilangkan,dan dokter pernah memberi saran supaya di laser retina biar retina tidak lepas,jika lepas maka saya tidak bisa melihat dunia ini,yang saya tanyakan cara mengurangi dan menghilangkan nya gimana ya,mungkin bisa pake herbal?dampak laser retina apa baik setelah dilaser maupun ke tahun tahun kedepannya apa?menurut saya laser kan panas dan bisa mengeringkan mata,saya takut malah kekuatan mata yg awalnya 100% berkurang,trims

3:46 AM  
Blogger joe nadeak said...

Halo Jay..salam kenal..emang minus nya sdh berapa? Kenapa harus di laser? Emang ada gejala penipisan retina?

4:34 AM  
Anonymous Anonymous said...

saya jay,minus saya yg tak ingat 4 kanan kiri,ada silindernya,klo ga salah 1/2,dulu pernah cek dokter katanya dilaser supaya ga lepas retina matanya,udah 2 dokter yg sarankan laser,saya jg pernah aea yg bilang smua tindakan dokter tentu ada dampaknya,mohon pendapatnxa

4:40 AM  
Blogger joe nadeak said...

Halo Jay..apakah gejala2 nya seperti yang mbak Zein alami? Kalo semua literatur 90-95% hasil nya bagus..

5:50 AM  
Blogger zeiniza said...

Buat jay,
pada prinsipnya semua tindakan pasti ada resikonya dan kita juga bisa mempertimbangkan apa yang sebaiknya kita lakukan. Bila Jay merasa kurang savety laser daspat dilakukan setelah jay cukup memperoleh referensi atau mencari pendapat pembanding dari beberapa dokter. Tidak semua gejala penipisan harus dilaser kok. Namun bila memang diperlukan dokter akan menyarankan. semuanya fungsinya adalah proteksi ya bukan penyembuhan. Pengalaman saya sih waktu dilaser baik-baik saja dan setelahnya juga Puji Tuhan baik-baik saja.

saran saya sebelum menjalani yakinkan dulu dengan mencari referensi sebanyak-banyaknya ^_^

8:59 PM  
Blogger zeiniza said...

oh ya tambahan buat jay, laser buat mata bukan laser di film star wars yah yang sifatnya panas hahahaha... laser ini adalah jenis laser yang telah diolah dengan teknologi tingggi sehingga aplikasinya am,an buat mata.

9:01 PM  
Blogger zeiniza said...

buat mbak yang sedang hamil,
selamat ya atas kehamilannya ^_^ semoga sehat dan selamat ibu dan baby sampai melahirkan.

Benar mbak selama kehamilan dan masa melahirkan retina mata ibu hamil cenderung mengalami penipisan. Apalagi bagi yang minus tinggi seperti kita-kita ini. Saya rasa tindakan mbak memeriksakan diri ke dokter itu sudah benar karena kalau sudah di laser kemungkinan untuk melahirkan normal lebih terbuka lebar.

Untuk efek flash setelah laser coba dikonsultasikan lagi ke dokter. mungkinkah ada bagian lain yg menipis?

saya juga sempat menanyakan ke dokter untuk kondisi mata yang seperti saya ini apakah ada kesempatan bila hamil bisa melahirkan normal Puji Tuhan dokter bilang "BISA" memang tapi kondisinya harus diperiksakan selama kehamilan

9:04 PM  
Blogger Vashti Tiffana said...

umur saya 19 tahun, baru sdar saya menderita floaters padahal sejak sma (3 tahun lalu) sudah muncul gejala titik bening tp saya kira itu karena efek air mata .
skarang saya baru tau, apakah ada pengobatan tertentu seperti herbal atau yg lainnya mungkin bisa saya terapkan .

11:24 PM  

Post a Comment

<< Home